Multi Medika (MMIX) Raup Laba Rp11 Miliar di Kuartal I-2023, Melesat 36 Persen

Pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional ini merupakan hasil dari strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh MMIX. Perusahaan terus berupaya untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan.

MMI memiliki lisensi IP (Intellectual Property) Global dari Amerika dan Korea yang didistribusikan ke 17 pasar modern, termasuk minimarket, supermarket, pasar ritel, dan apotek. Selain itu MMIX juga berfokus mendistribusikan berbagai produk ke e-commerce. 

Terbukti dari strategi tersebut MMIX berhasil mencatatkan Laba Bruto pada 2022 sebesar Rp91,31 miliar, atau meningkat 34,89% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

MMIX dapat memanfaatkan peluang Kerjasama dengan mitra bisnis, baik lokal maupun internasional, untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. MMIX dapat mengambil manfaat dari perkembangan industry Kesehatan dan kecantikan di Indonesia, yang diprediksi akan tumbuh sekitar 10% per tahun hingga 2025

Direktur Utama PT Multi Medika Internasional Tbk, Mengky Mangarek mengatakan, saat ini MMIX didukung dengan jaringan distribusi Modern Trade Channel yang luas di seluruh Indonesia. 

“Performance perseroan diperkirakan akan terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan jumlah Modern Trade di Indonesia,” ujarnya Minggu (16/7/2023).

Selain itu, salah satu keunggulan lainnya adalah Perseroan mendapatkan kepercayaan sebagai Pemegang Lisensi IP Internasional dari Korea dan Amerika. 

Kedepannya Perseroan akan terus berusaha untuk mendapatkan dan memperbanyak kerjasama lisensi untuk meningkatkan kinerja perseroan. Perseroan berencana untuk memperluas bisnis Perseroan dengan memasarkan produk-produk F&B seperti RTD Coffee, personal care, beauty care dan menyelenggarakan Event-event kelas internasional.

Direktur Keuangan Eveline Natalia Susanto mengatakan, pada 2022 MMIX, membukukan jumlah asset sebesar Rp196,86 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp87,60 miliar atau 80,17% dari posisi tahun 2021 sebesar Rp109,27 miliar. 

Terjadinya peningkatan ini disebabkan oleh Perusahaan menerima dana hasil Penawaran Saham Perdana. 

MMIX mencatat total pendapatan Perusahaan hingga akhir tahun 2022 adalah sebesar 175.09 miliar, menurun sebesar 3,71% atau sebesar Rp6,75 miliar dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp181,84 miliar. 

Penurunan di bagian pendapatan disebabkan terutama oleh Penurunan Permintaan Masker yang semakin melandai di tahun 2022. Akan tetapi, MMI masih melakukan pencapaian yang cukup baik yaitu hanya mengalami penurunan sebesar 3,71% jika dibandingkan penurunan penjualan masker secara nasional yang penurunannya sebesar 65%.

“Dalam rangka mengembangkan usaha, MMIX menargetkan pertumbuhan penjualan maksimal 15 persen pada 2023,” paparnya.

Perusahaan juga berencana untuk memperluas jenis produk berlisensi intellectual property (IP) yang didistribusikan. MMIX optimis dengan prospek usaha yang akan datang dan akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja keuangan dan operasionalnya.

Artikel lainnya

Di tengah persaingan industri fashion dan apparel yang semakin ketat, membangun brand tidak lagi harus dimulai dengan memiliki pabrik sendiri. Banyak brand justru tumbuh lebih cepat dengan memanfaatkan model makloon—sebuah strategi produksi yang memungkinkan brand fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani operasional pabrik.
Christmas dinner selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu di akhir tahun. Bukan cuma soal makan, tapi juga tentang kebersamaan—ngobrol panjang, ketawa bareng, foto-foto, dan refleksi setahun ke belakang.
Memahami karakter tiap bahan adalah langkah penting jika kamu ingin menghasilkan pakaian yang kualitasnya terasa “naik kelas”. Brand fashion yang ingin terlihat lebih mewah atau profesional perlu memilih material yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman, awet, dan konsisten hasilnya.
Di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif, kemampuan perusahaan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan menjadi sangat krusial. Salah satu tantangan terbesar bagi banyak pelaku usaha adalah bagaimana memperoleh pendanaan jangka panjang yang aman, terstruktur, dan mampu mendorong ekspansi bisnis.
Di tengah rutinitas yang padat, kita sering lupa berhenti sejenak untuk bernapas. Setiap hari dikejar deadline, lalu ngopi sekadar untuk “biar melek”. Tapi bagaimana kalau kali ini, kopi bukan cuma untuk terjaga, tapi juga untuk menenangkan diri.